Kurang Tidur Salah Satu Penyebab Kenaikan Berat Badan

Cara Cepat Hamil

kurang tidur salah satu penyebab kenaikan berat badan

kurang tidur salah satu penyebab kenaikan berat badan

Kurang tidur dapat menyebabkan timbulnya resiko gangguan kesehatan. Artikel ini akan membahas pengaruh kurang tidur terhadap kegemukan

Kurang Tidur-Salah Satu Penyebab Kenaikan Berat Badan.  Kurang tidur adalah suatu hal yang wajar bagi sebagian orang pada masa sekarang ini, karena ingin memaksimalkan dan memanfaatkan waktu mereka sebaik-baiknya untuk melakukan semua aktivitasnya.  Sedangkan tidur itu sendiri dibutuhkan oleh semua orang baik itu orang sehat maupun yang sedang sakit dalam rangka mengembalikan proses biokimia atau fisiologis yang menurun setelah melakukan aktifitas di siang hari untuk kembali ke keadaan semula.  Memperoleh kualitas tidur yang baik penting untuk peningkatan kesehatan dan pemulihan bagi individu yang sakit, karena Individu yang sakit membutuhkan lebih banyak tidur dan istirahat. Sifat alamiah dari penyakit adalah mencegah individu untuk mendapatkan istirahat dan tidur yang cukup.

Jumlah jam tidur yang disarankan oleh National Sleep Foundation Amerika adalah 7-9 jam bagi orang dewasa, sedangkan bagi anak-anak dan remaja, kebutuhan tidurnya antara 8 – 10 jam setiap hari.  Namun demikian dari penelitian yang telah dilakukan di beberapa negara, ditemukan bahwa jumlah populasi yang mengalami kekurangan tidur bertambah banyak.  Studi yang dilakukan di Jepang ada 29% dari responden, tidur kurang dari 6 jam, sedangkan di Amerika 35,3% dari responden tidur kurang dari 7 jam.  Sementara itu rata-rata durasi tidur telah mengalami penurunan dari 9 jam per-hari menjadi 7 jam sehari. Studi lain juga menunjukkan adanya peningkatan prevalensi penderita sleep deprivation (kurang tidur) pada orang dewasa selama lebih dari 18 tahun. Persentase tersebut meningkat dari 7,6% pada tahun 1975 menjadi 9,3% pada tahun 2006.

Sleep Deprivation (SD), atau kurang tidur, merupakan hilangnya waktu tidur yang optimal selama periode tertentu selama periode tertentu atau dengan kata lain durasi tidur yang lebih pendek dari waktu tidur seharusnya dibutuhkan.  Akibat kurang tidur malam tersebut dapat menyebabkan gangguan pada siklus tidur dan juga menimbulkan gangguan kesehatan. Banyak dari hasil penelitian yang menyebutkan bahwa kurang tidur dapat mengakibatkan kelelahan, melemahkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan tekanan darah, penyakit kardiovaskular.  Selain itu kurang tidur juga dapat mempengaruhi konsentrasi dan memori, mudah lupa, kemampuan untuk belajar menurun dan tidak dapat berfikir logis, dan berkaitan dengan hal ini telah ada penelitian mengenai akibat kurang tidur bagi wanita.  Penelitian yang telah dilakukan oleh oleh para ilmuwan dari Universitas Uppsala, Swedia membuktikan bahwa daya ingat perempuan akan lebih jauh berkurang dibandingkan laki-laki apabila mereka kurang tidur.  Akibat dari semua itu tidur menjadi tidak berkualitas sehingga dapat mempengaruhi status fungsional dan mutu hidup.

Apabila seseorang setiap malamnya mengalami kurang tidur selama tiga hari, dengan durasi tidur hanya 6 jam per malamnya maka digolongkan dengan kurang tidur yang kronis dan dapat menyebabkan terjadinya sejumlah efek serius yang tidak sehat terhadap tubuh, diantaranya meningkatkan kemungkinan terjadinya obesitas dan penyakit kardiovaskuler atau penyakit jantung.  Selain itu, kurang tidur juga dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah, akibat dari kemampuan tubuh dalam memproses glukosa menurun drastis karena adanya gangguan terhadap toleransi glukosa atau impaired glucose tolerance (IGT).  Jika keadaan ini berlanjut, dapat menyebabkan terjadinya diabetes mellitus (DM) tipe 2.

Dalam artikel ini hanya ingin menyampaikan bagaimana pengaruh akibat dari kurang tidur terhadap obesitas atau kegemukan.  Banyak dari hasil penelitian yang menyatakan bahwa terjadi kenaikan berat badan apabila waktu tidur tidak optimal.  Diantaranya penelitian yang dilakukan pada tahun 2002, dimana sebuah studi terhadap 1,1 juta orang ditemukan hasil yaitu Indeks Massa Tubuh (IMT) akan meningkat jika lamanya tidur (durasi) di bawah 7 jam.  Sedangkan penelitian lainnya yang dilakukan di Wisconsin pada tahun 2004 menunjukkan bahwa tidur yang kurang dari 8 jam dapat mengakibatkan terjadinya peningkatan IMT sebanding dengan kurangnya waktu tidur dari waktu yang optimal.  Sementara itu ada hasil penelitian mengenai efek dari kurang tidur terhadap hormon yang berhubungan dengan rasa lapar dan nafsu makan, dimana ditemukan hasil bahwa kurang tidur dapat mengurangi hormon leptin, yang merupakan hormon untuk menekan nafsu makan, sebesar 18%. Sebaliknya terjadi peningkatan hormon ghrelin sebesar 28%, yang merupakan hormon untuk meningkatkan nafsu makan.

Efek dari kenaikan berat badan karena berkurangnya jam tidur adalah terjadinya obesitas.  Padahal obesitas merupakan salah satu penyebab meningkatnya angka kematian, karena akan menimbulkan efek metabolik yang buruk pada tekanan darah, kolesterol, trigliseridaa, dan resistensi insulin sehingga risiko penyakit jantung koroner, stroke iskemik, kanker, dan diabetes mellitus tipe 2 akan meningkat terus dengan meningkatnya Indeks Masa Tubuh.

Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengamati hubungan antara kurang tidur dengan  peningkatan kadar lemak pada anak-anak dan remaja. Beberapa penelitian lain juga telah dikembangkan di beberapa negara seperti Perancis, Jerman atau Portugal yang juga memberikan hasil yang sama yaitu adanya keterkaitan antara kebiasaan tidur dengan peningkatan berat badan pada anak-anak dan remaja.  Subjek penelitian yang kurang waktu tidurnya memperlihatkan peningkatan pada Indeks Masa Tubuh, lemak tubuh, waist dan hip circumference, juga indeks massa lemak.

Itulah artikel “Kurang Tidur salah Satu Penyebab kenaikan Berat Badan”, dimana kesimpulannya adalah bahwa kurangnya jam  tidur dapat meningkatkan terjadinya resiko obesitas, karena terjadi penurunan produksi hormon leptin yang merupakan hormon untuk menekan nafsu makan, sebaliknya terjadinya peningkatan hormon ghrelin yang merupakan hormon untuk meningkatkan nafsu makan.  Sehingga tidur yang cukup selama 7-8 jam setiap malamnya sangat diperlukan untuk mengurangi risiko obesitas dan mencapai kesehatan yang optimal.

Referensi

  1. Damianus Journal of Medicine Vol.13 No.2 Juni 2014: hlm. 128-136. Pengaruh Kurangnya Jumlah Jam Tidur Terhadap Perubahan Kadar Gula Darah Pada Mahasiswa Pre-klinik Fakultas Kedokteran Unika Atmajaya
  2. Shella Monica. Pengaruh Kurang Tidur Terhadap Peningkatan Resiko Obesitas. Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha. Bandung
  3. http://jurnal.fk.unand.ac.id 78 Jurnal Kesehatan Andalas. 2015.  Pengaruh Kurang Tidur terhadap Berat Badan pada Tikus Wistar Jantan

 

Hosting Unlimited Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

userobi

Lahir di Cirebon besar di Bogor, sekarang tinggal di Solo Pernah Kuliah di Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pakuan Bogor sampai selesai Anak 1 putri sudah kuliah

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *